0 HargaDaging Sapi Tembus Rp 75 Ribu/Kg "Pedagang Keluhkan Kurangnya Pasokan"

Kamis, 18 Agustus 2011 Label:
 HargaDaging Sapi Tembus Rp 75 Ribu/Kg
"Pedagang Keluhkan Kurangnya Pasokan"

PEKANBARU-harga daging sapi pada beberapa pasar di Pekanbaru terus merambat naik. Rabu (8/6) kemarin, harga sapi sudah menembus Rp 75.000 per kilogram, namun hal ini membuat pedagang meradang karena kurangnya pasokan daging sapi.

Pedagang daging di pasar bawah misalnya sejak tiga hari belakangan ini sudah menjual dengan harga Rp 75.000 perkilogram, dan tidak jauh berbeda dengan pasar-pasar tradisonal lainya seperti pasar kodim dan pasar cik puan harganya terus melambung sementara pasokanya kurang.

Sutomo (37) pedagang sapi di pasar bawah  mengatakan biasanya pihaknya bisa menjual sebanyak dua ekor sapi/kerbau dalam sehari, namun belakangan ini hanya satu ekor itupun di bagi dua dengan pedagang lain.

"aku biasanya bisa menjual dua ekor sapi dalam sehari, naman saat ini cuma satu ekor, itupun kami bagi dua." ujarnya, ketika ketika ditemui  disela-sela kesibukannya sebagai pedagang sapi.

Hal senada juga diungkapkan Togar (44) salah seorang pedagang di Pasar Kodim yang mengeluhkan pasokan sapi yang kurang.

Tak heran dengan kurangnya pasokan sapi omset penjualannya menjadi berkurang.Hal ini dikarenakan susah mencari sapi yang akan dijualnya.

"Sejak sapi dari australia di hentikan kami kesulitan memperoleh pasokan daging sapi. Hal ini membuat omsed kami terus berkurang"jelasnya
  
sementara itu, Kadis Pertanian kota pekanbaru Sentot Prayetno ketika dikomfirmasi mengatakan  pasokan daging sapi untuk saat ini dan lima hari kedepan masih aman.

"Saat ini dan lima hari kedepan pasokan daging sapi masih aman.Hal ini disebabkan pasokan daging sapi dari Rumah Potong Hewan (RPH) masih tergolong cukup dengan tingkat pemotongan sebanyak 30 ekor atau seberat 60 ton per hari,"katanya

Lebih lanjut Sentot mengatakan, untuk pesokan daging sapi kedepannya sedang masih pikirkan.

"Untuk kedepanya kami akan berunding dengan masyarakat dan PT RAM untuk mengatasi kurangngya pasokan di pekanbaru." Jelasnya lagi.
Read more

0 kemcetan semakin meningkat, Dishub Siap Atasi.

Label:

kemcetan semakin meningkat,
Dishub Siap Atasi.

PEKANBARU-Jumlah kepemilikan kendaraan bermotor di pekanbaru makin lama semakin meningkat tajam, seiring dengan pertumbuhan perekonomian dan selaras dengan kebutuhan manusia untuk melakukan suatu pergerakan dengan perangkat transportasi.

Tak heran pada jam-jam sibuk disetiap ruas jalan utama kota pekanbaru seperti Jalan Jendral Sudirman, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Ahmad Yani, Jalan Riau,Jalan Harapan Raya bahkan Jalan lainya sering terjadi kemacetan yang yang lumayan panjang dan antrian yang cukup padat.

Keadaan ini tentunya telah menyebabkan tingkat kenyamanan pengguna kendaraan, ketepatan waktu menjadi tergaggu ditambah lagi efek yang ditimbulkan dari hasil asal asap knalpon dan sisa pembakaran kendaraan bermotor menjadi polisi yang dapat mengganggu kesehatan terutama pernafasan.

"Penyebab utama terjadinya kemacetan di jalan raya adalah besarnya peningkatan jumlah kenderaan bermotor, terutama kenderaan pribadi yang tidak sebanding dengan kapasitas dan luas jalan yang ada,"ungkap Kasi Bidang Sarana Prasarana Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Arifin, Rabu (8/6) kemarin,ketika ditemui diruang kerjannya.

Dia mengatakan, yang menjadi titik lemah dari kemacetan itu diakibatkan tidak adanya kesadaran dan budaya antri oleh setiap pengendara ataupun pengemudi.

"Itulah yang menjadi titik lemah, tak heran kemacetan yang ada di pekanbaru tidak terselesai,"Ujar Arifin.

Ketika disinggung kinerja dinas perhubungan tentang soal permasalahan untuk mengatur kemacetan dilapangan Arifin pun menjawab jika dishub yang dulu tidak sama dengan dishub sekarang.

Hal ini disebabkan telah adanya Undang-undang No.22 tahun 2009 tentang peraturan berlalu lintas, dimana tanggung jawab sepenuhnya diatur oleh pihak satuan lalu lintas sehingga dishub tidak mempunyai wewenang untuk mengatur lalu lintas lagi.

"Sebelum adanya UU No.22 tahun 2009, kita masih turun dan mengatur lalu lintas, namun  sejak sudah diberlakukannya dan sudah diambil alih oleh Satlantas kitapun tidak mempunyai wewenang untuk mengatur soal lalu lintas,"kata Arifin.

Namun meski demikian, walaupun telah diberlakukannya UU No.22 tahun 2009, pihaknya akan tetap membantu pihak Satlantas untuk mengatasi permasalahan yang ada di lalu lintas terutama mengatasi kemacetan.

"Kita akan siap membantu, jika sewaktu-waktu kita dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan lalu lintas, terutama mengatasi masalah kemacetan,"jelas Arifin lagi.
Read more

0 Bensin Eceran Di Pekanbaru Tembus Rp 15 Ribu

Label:

Bensin Eceran Di Pekanbaru Tembus Rp 15 Ribu

PEKANBARU-Fenomena kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pekanbaru, ternyata di manfaatkan oleh sejumlah masyarakat yang bermata pencarian sebagai pedagang.

Mereka membeli BBM sejenis premium di Station Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan jumlah besar, untuk dijual kembali dengan harga yang berbeda.

Dari pantuan, penjual BBM eceran juga bisa didapatkan di kawasan Jalan HR. Subrantas Panam.

Beberapa pedagang yang ada di pinggir Jalan, menjual BBM jenis premium yang sudah di isi didalam botol dengan berukuran 1 liter.

Harga yang dijual, tentunya berbeda dengan harga yang ditetapkan Pemerintah, misalnya saja masih ada pedagang eceran menjual 1 liter bensin seharga Rp 15 ribu perliter. Hal ini tentunya membuat masyarakat tersebut terbebani.

"Saya kaget ketika mengisi Premium ditempat itu.Saya kira Rp 6000. Ternyata pedagang tersebut menjual premium dengan harga yang Sangat tinggi,"ucap Neti seorang mahasiswa yang baru saja mengisi BBM di tempat tersebut.

Neti pun mengaku terpaksa mengisi BBM di tempat tersebut karena premium yang ada di kendaraannya sudah habis. “Saya terpaksa membeli karena minyak saya memang sudah habis, dan tidak bisa hidup sama sekali,"Ujarnya.

Begitu juga halnya dengan Riko (20) yang langsung malas mendengar pedagang tersebut menjajakan premium dengan harga Rp 15000/liter."Mampuslah situ, bagusan beli pertamax lagi" ujarnya dengan nada kesalnya
Read more

0 Warga Kubang Keluhkan Tumpukan Sampah "Sudah 9 Bulan Tidak Diangkat"

Label:

Warga Kubang Keluhkan Tumpukan Sampah
"Sudah 9 Bulan Tidak Diangkat"

PEKANBARU-Hampir sembilan bulan keberadaan sampah yang terletak di Jalan kubang Raya, Kelurahan Suwakarya, Kecamatan Tampan hampir tidak tersentuh sama sekali.

Hal ini membuat masyarakat yang ada disekitar tersebut menjadi resah akibat bau yang berasal dari tumpukan sampah itu.

Tak heran dengan tidak diangkatnya sampah tersebut membuat tumpukan sampah semakin melebar bahkan mulai meninggi.Seperti diungkapkan Safius (53) salah seorang warga setempat mengatakan tumpukan itu sudah terjadi sejak sembilan bulan yang lalu.

"Bulan September tahun 2010 lalu, sampah itu masih diangkat oleh pihak kecamatan, namun memasuki bulan Oktober sampah tersebut sudah tidak diangkat lagi, bahkan tidak di perdulikan hingga memasuki tahun 2011,"Ungkap Safius kepada Hluan Riau, Selasa (7/6) kemarin.

Ia mengatakan semenjak sampah tersebut tidak diangkat, kini sampah itu menjadi dua tumpukan yakni tumpukan sampah sebelah kiri dan kanan bahkan volumenya mulai bertambah setiap harinya.

"Sampah itu sudah menjadi dua tumpukan dan volumenya semakin bertambah banyak,"Ujarnya lagi.

Hal senada juga dikatakan Beni (37) jika tumpukan sampah itu menimbulkan bau yang tidak sedap sehinga jika panas tiba dan angin berhembus bau itu sampai ke perumahan warga."Baunya sampai ke rumah, ketika angin berhembus,"terang Beni.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi Baharudin selaku Camat Tampan mengelak jika sampah tersebut tidak diangkat."Kami selalu melakukan pengangkatan, namun sampah tersebut bertumpuk karena tidak saja berasal dari tampan tetapi juga dari luar,"katanya.

Dia mengatakan, dalam waktu dekat ini akan melakukan gotong royong masal di wilayah tersebut agar sampah itu dapat terselesaikan.

"Kita akan melakukan gotong royong masal di wilayah tersebut agar sampah itu tidak lagi mejadi delima di wilayah kecamatan tampan,"tutupnya
Read more

0 Masyarakat Tionghua Mendominasi Perekonomian di Pekabaru.

Label:

PEKANBARU-Masyarakat Tionghua masih mendominasi perekonomian di Indonesia khususnya Pekabaru, hal ini dapat dilihat secara kasat mata mulai dari Produsen Produk sampai ketingkat pengecer tetap di kuasai oleh masyarakt Tionghua.

"bisa kita lihat disekeliling kita hampir semua dikuasai oleh orang China atau Tionghua," jelas kepala bidang perdagangan Disperindag kota pekanbaru, Teguh Miko di ruang kerjanya.

Dan ia mengatakan orang China / Tionghua di pekabaru ini menguasai pasar, mulai dari dari hal yang kecil sampai yang besar.

" Dulu pasar swalayan itu bisa di temui di pusat kota, namun sekarang di daerah yang terpencil pun bisa kita temui, jelasnya.

Miko juga menjelaskan, sebenarnya hasil dari produk lokal sendiri tidak kalah kualitasnya, namun kendala penduduk lokal untuk berkembang itu banyak, seperti modal dan kreativitas kurang.

"Dari sisi penampilan bagus namun kualitas kurang, itulah produk buatan cina, beda dengan dari lokal tampilan biasa sajadan kualitas tidak kalah dari buatan cina," ungkapnya dengan menunjukan bukti bahwa buatan cina itu kurang berkualitas.

ketika disinggung tentang apakah cina akan memonopoli perekonomian di pekanbaru ia menjawab kekhawatiran tetap ada namun tidak mungkin lah karena sifetnya manusia itu berkembang, jadi sangat kecil untuk itu.

"Khawatir ada, tapi tidak mungkin akan terjadi, karena semuanya pasti akan berkembang." katanya.

Read more

0 Disperidag Ajukan Anggaran 50 Counter Untuk PON.

Label:
Disperidag Ajukan Anggaran 50 Counter Untuk PON.

PEKANBAR- Dinas Peridustrian dan Perdagangan (Disperidag) Kota Pekanbaru tahun ini berencana akan mengajukan anggaran fasiltas pembuatan counter untuk perayaan PON ke XVIII nanti.

"Dalam tahun ini kita akan mengusulkan anggaran pembuatan counter untuk PON ke XVIII,"Ungkap Kabid Bidang Perdagangan Disperidag Kota Pekanbaru, Megah Miko kepada Haluan Riau, Selasa (7/6)kemarin, ketika ditemui diruang kerjannya.

Dikatakan Miko, berpijak pada event-event yang ada sebelumnya seperti MTQ dan Pekanbaru Expo telah menelan biaya sebesar Rp 500 juta, jumlah ini masih terbilang minim, namun pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk mencukupinya.

"Anggaran ini cukup terbilang minim, tapi kita berupaya semaksimal mungkin menggunakannya,"Ujar Miko.

Namun meski demikian, dengan adanya perayaan PON ke  XVIII nantinya, pihaknya akan mempersiapkan counter-counter sebanyak 48-50 counter yang dipuruntukan untuk para pelaku pasar.

"Ini tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah karena event ini terbilang besar,"jelas Miko lagi.

Miko juga menjelaskan, untuk masalah anggaran yang akan diajukan nantinya, ia belum mengetahui dengan pasti berapa nilainya, namun belajar dari anggaran yang ada jelas itu kurang.

"Nanti kita akan mengajukan anggaran tersebut ke DPRD, apakah penambahan anggaran ini akan diterima atau tidak, tapi yang jelas kita berharap agar anggaran ini dapat deterima dan diputuskan dengan segera,"terangnya lagi.
Read more

0 PEMASARAN JASA POCUS ( Photography Of Communications Uin Suska ) PEKANBARU – RIAU

Senin, 28 Maret 2011

PEMASARAN JASA POCUS ( Photography Of Communications Uin Suska ) PEKANBARU – RIAU
A.    LATAR BELAKANG
Di dasari pada kemajuan teknologi kami dari POKUS ( Photography Of Communications Uin Suska ) mencoba untuk aktif menggimbangi kemajuan teknologi dengan cara membuka studio foto di wilayah pekanbaru khususnya, kami membuka studio ini karena beberapa hal sebagai berikut:  

1.      Latar belakang Khalayak
a.       Meningkatnya kebutuhan dokumentasi masyarakat  dalam berbagai kegiatan dan acara-acara ( pernikahan, wisuda, prawedding, dll ).
b.      Pemanfaatan sumber daya manusia yang ada di Studio POCUS
c.       Membuka lapangan kerja baru
d.      Mengembangkan kemampuan yang didapat selama perkulihan
e.       Memamfaatkan teknologi dokumentasi untuk tetap selalu exis

2.      Latar Belakang Produk
a.       Menawarkan Jasa
b.      Menawarkan Harga yang terjangkau untuk golongan menengah ke atas
c.       Menawarkan pelayanan yang memuaskan

B.     OBJEKTIF SASARAN DAN MEDIA
SASARAN
MEDIA
SURAT KABAR
BROSUR
BALIHO
RIAU POST
HARIAN PAGI MX
Ø  Memasyarakatkan POCUS
Ø  Memperkenalkan POCUS
Ø  Mengajak Masyarakat untuk menggunakan Jasa POCUS
Ø  Meyakinkan masyarakat akan kualitas POCUS


ü   
ü   
ü   
ü   


ü   

ü   


ü   

TUJUAN
Media surat kabar
Kami menggunakan surat kabar Riau Pos dan Pekanbaru MX bertujuan untuk memperkenalkan studio foto kami kepada masyarakat yang di khususkan pada wilayah kota pekanbaru dan sekitarnya. Pada koran Riau pos untuk masyarakat menengah atas dan Pekanbaru MX untuk masyarakat menegah kebawah yang menginginkan jasa dari kami ini.
Media brosur
Dalam penggunanaan media brosur akan lebih dekat kepada konsumen karena langsung menyentuh kepada khalayak, misalnya dikalangan masyarakat dan mahasiswa.
Media baloho
Kami mrnggunakan media baliho untuk mempromosikan studio foto kami ini ke masyarakat dengan cara memasang baliho di tempat-tempat keramaian.  
Frekuensi
Frekuenis media, cetak dalam menyampaikan pesan melaului iklan dalam satu minggu sebanyak, sebanyak 4 kali selama 1 bulan. Sedangkan media brosur yang dipakai untuk acara wisuda di kampus dilakukan sebanyak 3 kali dalam setahun.
Bobot
Banyaknya iklan dan brosur yang di perlukan selama satu periode / 1 bulan pertama








MEMBUAT PRODUKSI MEDIA






ESTIMILASI PEMBIAYAN
Dalam perencanaan PEMASARAN JASA POCUS ( Photography Of Communications Uin Suska ) PEKANBARU – RIAU ini kami dapat merincikan anggaran biaya yang akan dikeluarkan selama 1 bulan antara lain:
Kami menggunakan tiga media pemasaran yaitu surat kabar (riau post dan harian mx), baliho dan brosur.

Iklan pada surat kabar
Koran riau post sebulan terbit                                                 =Rp 500.000
Koran harian pagi mx sebulan terbit                                       =Rp 500.000
Baliho sebanyak 15 lembar ukuran 5*7 meter                        =Rp500.000
 Brosur sebanyak 500 lembar                                                  =Rp400.000
Seles 15 orang (1 orang 100.000)                                           =Rp1.500.000
Jadi total biaya semuanya                                                       =Rp3.400.000


EVALUASI
Pada bagian evaluasi kami melampirkan keunggulan dan kendala-kendala yang kami hadapi
Adapun keunggulan dari jasa focus ini antara lain:
  1. Focus siap melayani acara-acara anda baik itu resmi ataupun tak resmi
  2. Setiap paket yang di pilih di beri potongan harga 10%
  3. Semua anggota kami mempunyai kredibilitas yang tinggi dan fotografer profesonal.
  4. Siap melayani anda kapan saja dan di mana saja
  5. Alat yang kami gunakan berkualitas tinggi.
Adapun kendala yang kami hadapi yaitu
  1. Sulitnya mencari orang untuk menyebarkan brosur-brosur
  2. Sulitnya menggait pelanggan
  3. Dan krisis akan kepercayaan
Read more
 
Dani-Quinchy © 2010 | Designed by Blogger Hacks | Blogger Template by ColorizeTemplates