0 Sampah Kurang Di Perhatikan Ketika Lebaran.

Sabtu, 03 September 2011 Label:


PEKANBARU-Terkait dengan banyaknya masyarakat kota Pekanbaru yang pulang ke kampung halaman mereka masing-masing kondisi kota menjadi sepi dan sunyi, apalagi ketika pada sehari sebelum lebaran jalan Sudirman yang biasanya menjadi jantung kota Pekanbaru hanya di lalui oleh beberapa kendaraan saja, namun jika di perhatikan secara seksama Hampir setiap jalan ada saja tumpukan sampah yang menunggu untuk di buang ke TPA (tempat pembuangan Akhir).

Berdasarkan hasil Pantauan Haluan Riau, Disepanjang jalan HR Subrantas hampir disetiap persimpangan ada saja tumpukan sampah, dan ini sangat menggangu sekali terutama sampah yang bersifat basah (organik). Seperi halnya Fendi (34) yang telah hampir tiga tahun merayakan lebaran di kota Pekanbaru, Ia mengatakan lebaran tahun ini sama sepinya dengan tahun kemarin namun untuk pembuangan sampahnya sangat berbeda, karena tahun kemarin pengangkatan sampah dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari.

"Sekarang cuma siang hari saja sampah itu diangkut oleh petugas, alhasil sampah itu tidak semuanya bisa terangkut" ungkapnya ketika ditemui Haluan Riau, Rabu (31/8).

Dikatakanya lagi, cukup aneh memang, padahal warga kota pekanbaru rata-rata pergi mudik, namun sampahnya kok selalu menumpuk setiap hari.

"Jadi memang tidak salah, kota ini penghasil sampah mencapai 200 ton per hari biasanya, dengan perbandingan saat warga sepi saja sampah banyak menumpuk, apa lagi kalo ramai," ujarnya lagi.

Hal senada juga diungkapkan, Susi (35) seorang warga yang berada di Purwodadi, Ia yang mengatakan mulai dari H-3 sampah nampaknya kurang di pedulikan, sepertinya orang sibuk untuk menyiapkan apa-apa untuk lebaran dan telah banyak yang pergi mudik.

"Yah, ini lah resiko kota yang tertinggal, memang sampahnya tetap diangkut tapi tidak seperti hari-hari kemarin," ujarnya lagi.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa lebaran tahun sebelumnya jua seperti ini, dan pihaknya telah menganggapnya seperti biasa, nanti pasti akan diangkat juga.

"Ini bukan hal baru lagi bagi kami yang lebaran di sini, kalo merasa bau yah tahan-tahan saja dulu," ujarnya dengan sedikit tersenyum.

Sementara itu, barbeda dengan Johar (45) Seorang warga yang tinggal di persimpangan Merpati Sakti, ia mengatakan Wajar saja kalo petugas sampah akir-akir ini sering telat untuk mengangkat sampah yang ada di setiap jalanan di kota Pekanbaru, karena mereka juga mau lebaran dan juga mau pulang mudik ke kampung halaman, nah maka dari itu, kita sebagai masyarakat yang cinta akan kebersihan marilah kita kelola sampah yang berasal dari rumah kita sendiri dengan cara menguburnya, atau membakarnya.

"Kebersihan itu bukan tugas dinas kebersiahn tapi itu semua adalah tugas kita semua," tuturnya.
Read more

0 Malam Takbiran Disambut Parade Petasan

Label:


PEKANBARU-Seiring dengan penundaan hari raya Idul Fitri yang membuat semua masyarakat kecewa terutama pada kaum ibu-ibu yang talah sengaja membuat banyak makanan namun terpaksa disimpan dan ada sebagian yang harus dibuang karena telah tidak layak untuk dimakan tapi semua kekecewaan tersebut luntur dengan datangnya suara takbir yang menggema mulai dari pusat kota hingga duduk kota Pekanbaru, ditambah lagi adanya ledakan bunga api yang menghiasi langit kelam kala itu.

Seluruh masyarakat keluar dari kediamanya untuk mengumandangkan kalimah takbir, dengan berkeliling kota mengunakan sepeda motor, mobil, bahkan ada yang berjalan kaki dengan membawa gendang sembari mengisaratkan bahwa talah satu bulan penuh berpuasa dan hari kita menyambut datangnya hari kemenangan,

"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah Wallahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lillahil-hamd," Lafas kebesaran Allah ini lah yang selalu terdengar mulai dari ba'da Isya hingga tengah malam, Selasa (30/).

Berdasarkan pantauan Haluan Riau, mulai dari anak-anak hingga orang yang talah termakan usiapun ikut untuk turun kejalanan yang tidak lain tujuannya menyambut hari kemenangan setelah 30 hari lamanya berpuasa menahan hawa nafsu.

Seperti halnya Ahmad (13) seorang warga Sukajadi yang bangga karena telah bisa melaksanakan kewajibannya dengan bisa berpuasa penuh satu bulan lamanya dan saat ini ia sangat bahagia bisa mengumandangkan lafas takbir terebut.

"rasanya hati ini damai, dan Allah itu sangat dekat dengan kita," ungkapnya ketika di temui Haluan Riau saat memukul-mukul gendang kecilnya sambil berjalan dimengelilingi kawasan kantor Walikota Pekanbaru.

Hal serupa juga dirasakan olah Rizal (23) ia mengatakn umat islam itu tidak dapat dipisah-pisahkan meskipun penyelenggaraannya ada perbedaannya tapi ketika mendengan gema takbir semua pasti akan bersatu kembali untuk menyembah yang satu.

"jadi perbedaan itu bukan musibah tapi adalah berkah," katanya

Bukan hanya itu saja semua masyarakat Pekanbaru juga sangat terhibur dengan adanya parade bunga api yang menghiasi lagit kelam dan disertai suara ledakan yang memecah kesunyian kota pekanbaru yang ditinggal mudik masyarakatnya.

Meskipun begitu, keramaian tatap terlihat di sepanjang jalan Soedirman yang biasanya menjadi pusat perjalanan warga pekanbaru, yang datang kesitu bukan hanya warga disekitar jalan, tapi jauh dari kota pun datang untuk merayakan malam takbiran yang disertai ratusan ledakan bunga api yang menghiasi gelapnya malam di hari kemenangan.
Read more

0 Lebaran Ditunda, IRT Kecewa Berat.

Label:


PEKANBARU-Berdasarkan hasil sidang itsbat, pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 31 Agustus 2011, sesuai keputusan Menteri Agama Nomor 148 tahun 2011 tertanggal 29 Agustus 2011, tentang Penetapan 1 Syawal 1432 H. Warga kota Pekanbaru banyak yang kecewa, terutama Ibu Rumah Tangga (IRT) hal ini disebabkan telah banyaknya makanan yang di persiapkan untuk menyambut datangnya hari lebaran tersebut, Misalnya saja agar-agar, lontong, sup, pecel dan rendang terpaksa disimpan lagi untuk keesokan harinya.

Seperti halnya Yuliana(47) seorang IRT di Tangkerang Tengah, ia sedikit kecewa dengan perubahan hari Raya tersebut yang sebelumnya dikatakan pada hari selasa(30/8) menjadi Rabu(31/8), namun walaupun begitu ia tetap akan melaksanakan puasa pada selasa(30/8) besok.

"Mau diapain lagi, dah kayak gini prosedurnya yah kita mesti ikut keputusan yang telah disepakati bersama," ungkapnya saat ditemui Haluan Riau Senin malam (29/8).

Dikatakanya lagi, untuk makanan memang ada sebagian yang akan tersingkir seperti makanan pecel yang sayurnya telah tidak segar lagi, dan lontong yang telah pasti akan basi, namun itu pihaknya anggap sebuah ujian untuk melatih sebuah keikhlasan hati.

"Besok kita puasa, mau dibawa kemana makanan sebanyak ini, jika dikasi sama orang rata-rata semua telah buat sendiri-sendiri, yah sukur kami punya hewan peliharaan jadi tiu jatah dia," katanya sambil tersenyum.

Hal senada juga diungkapkan Upik (44) seorang warga Panam, terkait dengan penundaan lebaran ia mengaku bingung, pasalnya keluarganya yang berada di Bukitinggi pada selasa (28/8) telah melaksanakan lebaran sementara ia di Pekabnaru masih belum.

"Saya bingung, mulai dari makanan yang akan banyak terbuang, tambah lagi saudara di Bukittinggi telah lebaran," katanya dengan kekecewaan.

Lebih lanjut, ia mempunyai sebuah trik untuk menjalankan lebaran pada yang berbeda waktu  tersebut, yaitu ia tetap akan melaksanakan hari raya pada hari Selasa (30/8) namun untuk sholat i'd nya pihaknya laksanakan pada hari Rabu (31/8).

"ya... ginilah caranya lagi, karena di Pekanbaru Selasa orang ga lebaran" tuturnya lagi.

Sementara itu, Ajo(53) seorang tukang sate di Sukajadi, ia menatakan senenarnya pemerintah telah benar, liat saja di imsyakiah tidak ada puasa yang 29 hari pasti selalu 30.

"Namun demikian, perbedaan lebaran ini bukan sebuah dari kehancuran tapi adalah bentuk sebuah saling menghargai sesama saudara karena umat islam itu adalah bersaudara," tutupnya.


Read more

0 Akibat Lakalantas, Terpasa Sekeluarga Lebaran Di Rumah Sakit Arifin Ahmad

Label:


PEKANBARU-Pupus sudah harapan untuk bertemu sanak saudara dikampung halaman, hal ini dikarenakan terjadinya kecelakaan lalu-lintas. Pada awalny, berencana Rahmat (43) hendak pulang ke kampungnya Tapanuli Selatan dari tempat ia mencari penghidupan di Kota Duri namun tuhan berkehendak lain di perjalanan mengalami kecelakaan lalu-lintas dan pada akhirnya sekarang ia terpaksa dirawat Di Rumah sakit umam Arifin Ahmad (RSUD) tepatnya pada ruangan Cendrawasih II.

Toni(47) kakak ipar koran kecelakaan tidak menyangka sama sekali hal semacam ini akan terjadi, ia juga mendapat kabar setelah adik iparnya di rawat dirumah sakit terdekat kala itu, karena keadaannya cukup parah maka langsung dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad.

"kalo di Duri, dokter spesialisnya tidak ada tambah lagi keadaanya cukup parah akibat kecelakaan tersebut," Ujarnya ketika ditemui Haluan Riau, Senin (29/8).

Dia mengungkapkan, bahwa adik iparnya tersebut mengalami kecelakan pada hari minggu (28/8) dan telah dapat dipastikan untuk lebaran tahun ini akan dilakukan di RSUD Arifin Ahmad.

"Yah mau digimanain lagi, terpaksa tahun ini lebaran disini," ujarnya dengan nada yang pasrah.

Pantauan langsung Haluan Riau di ruang inam Cendrawasih II ketika itu, kondisi Rarmat mukanya penuh dibalut oleh perban, dan ketika ditanyakan kondisi lebih detail Toni mengatakan bahwa kondisinya dibagian muka terdapat luka memar akibat benturan dengan benda keras dan giginya di bagian depan.

"Sedangkan kondisi tubuh alhamdulillah tidak ada luka yang begitu serius," katanya.

Tidak hanya itu, Toni beserta keluarga langsung datang untuk menemani adiknya yang lemas tak berdaya dikasur rumah sakit yang sangat membosankan, dan diungkapkannya lagi  hingga sekarang Pihaknya belum mengetahui pasti kapan bisa pulang ke kampung halaman di Tapanuli Selatan, pasalnya Hari raya telah diambang pintu, telah barang pasti  dokter spesialis jarang berada ditempat.

"Jadi kita memang harus banyak bersabar, mungkin inilah ujian dari tuhan yang maha kuasa." tutupnya.

Read more

0 Jalanan Kota Pekanbaru Mulai Sepi Jelang Lebaran

Label:


PEKANBARU-Jelang Hari raya Idul Fitri 1432 Hijriyah, suasana Kota Pekanbaru jauh dari kesan sesak dann padat layaknya kota besar, sebagaimana yang terjadi pada hari-hari biasanya. keadaan kota terasa sunyi di hampir setiap Jalanan yang berada disudut kota Pekanbaru, misalnya saja di Jalan Jendral Soedirman, yang merupakan jalur pusat hanya terlihat beberapa kendaraan saja yang melintas di jalur tersebut..

Berdasarkan Pantauan Haluan Riau, Minggu (28/8) dari pagi hingga sore, sejumlah titik jalan raya yang biasanya menjadi langganan macet, seperti simpang Jalan Jendral Sudirman-Jalan Imam Munandar dan simpang Jalan Tuanku Tambusai, karena ada proyek flyover, arus lalu-lintasnya kelihatan aman dan lancar. Demikian juga dengan Jalan Imam Munandar dan Jalan HR Soebrantas yang biasanya padat, hampir seharian volume kendaraan yang melintas tak terlihat padat.

Namun ada sedikit pengecualian pada H-2, Jalan HR Soebrantas, pada pagi itu jumlah kendaraan sempat melonjak, namun tidak berlangsung lama, hanya menjelang siang sudah kembali sepi. Kondisi tersebut disebabkan banyak pemudik yang memilih berangkat pagi agar tak terlalu kepanasan disepanjang jalan nantinya.

"Kalo berangkat siang, kondisi badan cepat lelah, apalagi muudik mengunakan motor butuhh konsentrasi," ungkap Jeperiadi (23) seorang mahasiswa yang hendak pulang ke kampung halamannya di Indragiri Hulu.

Dikatakanya lagi, untuk kondisi kota jelang lebaran memang lebih sepi dari biasanya, hal ini disebabkan rata-rata masyarakat kota Pekanbaru adalah pendatang.

"yah ini lah nasibnya kota yang dipenuhi oleh orang rantau, setiap datangnya lebaran pasti akan ditinggalkan, seperti kota-kota besar lainya,"katanya.

Suasana juga tidak terlalu ramai juga terlihat disejumlah pusat perbelanjaan. Seperti di Mal SKA, Ramayana dan Pasar Sukaramai tambah lagi telah ada toko yang tutup di tinggal mudik pemiliknya. Jika di bandingkan tahun lalu, setiap pusat grosir dan eceran busana di Pekanbaru tersebut penuh sesak dipadati oleh masyarakat yang ingim membeli baju baru untuk lebaran nantinya,sampai-sampai menerapkan sistem antrian untuk bisa masuk ke toko tersebut.

"Sangat jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, karena lebaran tahun ini masyarakat daya belinya berkurang disebabkan bertepatan dengan masuknya semester baru anak sekolah," ungkap Jeni (34) seorang pedagang busana di pasar Sukaramai.

Terkait dengan bertambah sepinya kota Pekanbaru, diperkirakan semakin mendekati Lebaran dan pada hari Raya Idul Fitri suasana Pekanbaru semakin sunyi, karena  terus mengalirnya pemudik yang meninggalkan kota ini, menuju kampung halaman masing-masing untuk berlebaran dengan sanak saudara masing-masing.
Read more

0 H-2 Jelang Idul Fitri, Di Pelabuhan Sungai Duku Jelatik Terakir Bawa 170 Pemudik Ke Selat Panjang

Label:


PEKANBARU-Pada dua hari jelang hari raya Idul Fitri, antusias pemudik menggunakan jalur laut masih cukup tinggi, hal ini dikarenakan keinginan utuk bertemu sanak saudara di kampung halaman. seperti halnya di pelabuhan Sungai Duku, Terlihat ratusan penumpang hendak lakukan mudik kekampung halaman mereka, tujuannyapun berbeda-bada, ada yang ke Bengkalis, Selat Panjang, dan Siak. Namun lebaran tahun ini lebih didominasi oleh warga yang hendak ke Selat Panjang.

Terlihat dari padatnya kapal Jelatik 08 yang Minggu (28/8) sore itu, dipenuhi masyarakat yang bertujuan ke Selat Panjang. Sugeng(23) seorang mahasiswa yang ingin pulang kampung ke Selat Panjang menggunakan Kapal Jelatik mengatakan bahwa untuk pergi ke Selat Panjang Jelatik lah yang harganya lebih terjangkau meskipun waktu tempuhnya lebih lama jika dibandingkan dengan Speedboat.

"Jelatik lebih murah ketimbang speedboat," ujarnya Ketika ditemui Haluan Riau ssat menunggu keberangkatan Jelatik yang kala itu akan berangkat pukul 17.00 WIB.

Diungkapkan Sugeng lebih lanjut naik kapal Jelatik lebih aman ketimbang menggunakan speedboat, pasalnya untuk goncangan ataupun resiko mabuk laut tidak begitu terasa jika menggunakan kapal tersebut, dan keuntungan lainnya bisa melihat pemandangan laut lebih lama karena waktu tempuh menggunakan jelatik selama 12 jam perjalanan.

"Memang waktunya terasa lama, tapi disamping itu kita bisa merasakan bagaimana udara malam di laut dan rasanya ketika melihat matahati terbit esok hari serta pemandangan laut," terangnya lagi.

Hal senada juga di katakan Serli (25) yang baru kali ini menggunakan jasa Jelatik untuk pergi ke Selat Panjang, Ia mengatakan cukup penasaran untuk naik Jelatik, karena biasanya ia menggunakan speedboat.

"Ini kali pertama saya akan Selat paanjang menggunakan Jelatik," katanya dengan senyum

ketika di tanya kenapa mau naik Jelatik, padahal besokkan masih bisa pulang menggunakan Speedboat, Ia mengatakan jika naik Speedboat memang cepat tapi tidak bisa untuk melihat-lihat pemandangan laut, dan untuk biaya speedboat lebih mahal ketimbang Jelatik.

"Ya, pengen ngerasain naik Jelatik, dan dari segi biaya lebih murah.

Ketika Dikompfirmasi pada kepala Suahbandar Sungai Duku, Arfizal mengatkan bahwa ada tiga jenis kapal yang berangkat tujuan Selat panjang, yaitu kelas Ekonomi, Kelas executive, dan Jelatik. untuk kelas ekonomi biasanya seharga Rp102.000 menjadi Rp152.000. untuk kelas executive biasanya Rp137.000 menjadi Rp205.000. sedangkan Jelatik cukup dengan biaya Rp86.000 telah bisa sampai ke selat Panjang namun dalam jangka waktu 12 jam.

"Untuk Speedboat memang ada kenaikan sekitar 50 persen semenjak H-3 kemarin, namun hal ini kami nilai masih wajar, pasalnya speedboat berisi saat berangkat dan kosong untuk pulang," jelasnya.

Dakatakanya lagi untuk kapal Jelatik pada H-2 adalah keberangkatan terakir jelang lebaran ini disebabkan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke tempat tujuan yakni 12 jam perjalanan.

"Sebanyak 170 orang pemudik menggunakan jelatik terakir ke selat panjang, dan akan sampai keesokan harinya di tempat tujuan," tutur Arfizal.

 
Read more

1 H-2 Jelang Lebaran Pelabuhan Sungai Duku Mulai Sepi

Label:


PEKANBARU-Animo masyarakt Pekanbaru untuk mudik menggunakan jalur laut dua hari menjelang hari Raya Idul fitri telah mengalami pengurangan, Hal ini di sampaikan langsung oleh keetua Sahbandar Sungai Duku, Erfizal ketika ditemui Haluan Riau, Minggu (28/8).

Dikatakanya, puncak arus mudik lebaran untuk jalur laut yaitu pada H-3 jelang lebaran, dan pada H-2 adalah sisa-sisa penumpang yang lebih pada hari sebelumnya.

"Pada H-3 kami dari pihak Sahbandar mengoperasikan lima kapal, dua tujuan perawang dan tiga tujuan selat panjang, dan semua tujuan terisi penuh, berbeda dengan H-2 kami mengoperasikan tujuh kapal namun hanya sebagian saja yang terisi," jelasnya.

Selanjutnya ia juga mengatakan, mulai sepinya pemudik pada H-2 juga disebabkan dengan hari libur anak sekolah, dan pihaknya memprediksi arus balik mudik lebaran menggunakan jalur laut akan terjadi pada H-3.

"kalo sekarang rasanya sudah seperti hari biasa, tidak terlalu menunjukan peninggkatan, tapi jika dibandingkan tahun lalu, ada peningkatan sekitar lima persen pada H-3 jelang lebaran," tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan seorang pedagang buah-buah,Erni(34) yang sengaja mencari peruntungan di Pelabuhan Sungai Duku. Ia mengtakakan pemudik sudah mulai sepi setelah memasuki H-2, sangat jauh berbeda dengan hari sebelumnya yang ramai dan juga mendatangkan rupiah kekantongnya, pasalnya buah yang ia jual bisa menjadi oleh-oleh bagi para pemudik ataupun camilan di perjalanan mudik.

"hari ini jauh lebih sepi ketimbang kemarin, tapi syukurlah dagangan saya sudah laris sebagian," ungkapnya dengan tersenyum.

Namun demikian, berkurangnya jumlah pemudik di Pelabuhan Sungai Duku bukan disebabkan masyarakat tidak mau untuk pulang, namun telah rampungnya jalur darat menuju kampung halaman, seperti jalan ke Bengkalis membuat masyarakat memilih jalur darat sebagai sarana mudik baginya.

"Jika udah bisa pake motor yah masyarakat lebih memilih itu karena biayanya lebihh murah dah terjangkau," ungkap Erfizal lagi.

Meskipun begitu, Pihak Sahbandar akan selalu tetap siaga untukmelayani semua pemudik yang menggunakan jalur laut, dan ia mengingatkan pada seluruh penumpang kapal untuk selalu behati-hati, dan simpanlah barang bawaan sebagai mana tempat yang telah ditentukan.

"berapapun jumbalh pemudik kami akan tetap layani, dan tidak akan lakukan intimidasi," tutupnya.
Read more
 
Dani-Quinchy © 2010 | Designed by Blogger Hacks | Blogger Template by ColorizeTemplates